Surga

Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan Surga bukan hanya untuk kehidupan Akhirat yang sejauh ini masih fatamorgana karena masih berupa harapan dan doa, dimana harapan dan doa ini telah dipanjatkan oleh manusia terdahulu sejak puluhan ribu tahun yang lalu dan sampai dengan detik ini masih tetap menjadi harapan dan doa. Dan jika kehidupan Surga Akhirat itu adanya atau bisa dirasakan dan dinikmati setelah terjadinya hari kiamat, maka berarti kehidupan surga akhirat itu masih benar-benar fatamorgana karena harus menunggu datangnya hari kiamat tiba, sedangkan kita semua tentu sangat mengharapkan kiamat itu akan terjadi jauh lebih lama lagi dari saat ini, mungkin ribuan tahun, puluhan ribu tahun, ratusan ribu tahun atau mungkin jutaan tahun kedepan, hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui.

Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Surga juga untuk kehidupan di dunia ini, realitanya Allah SWT telah menciptakan berbagai fasilitas kenikmatan hidup yang maha luas tak terbatas di bumi alam semesta raya ini, yang tentunya tidak boleh kita ingkari, khianati, lupakan atau sia-siakan, tapi harus benar-benar kita syukuri sebagai anugerah kenikmatan yang maha dahsyat dari Allah SWT, jika kita mengingkarinya maka kita pun akan termasuk sebagai orang-orang yang kufur.

Apalagi kita sebagai manusia telah dikodratkan oleh Allah SWT sebagai Kholifah atas bumi alam semesta raya ini, tentunya kita smua sebagai manusia memiliki tugas, peran dan tanggung jawab untuk menjaga, mengurus, mengolah dan mengelola bumi alam semesta raya ini dengan sebaik-baiknya, karena sebagai kholifah atas bumi alam semesta raya ini, manusia telah diberikan bekal kesempurnaan jiwa raga, kesempurnaan akal pikiran dan kesempurnaan Ruh Jatidirinya, karena Ruh tersebut adalah Ruh Illahi yang telah ditiupkan oleh Allah SWT sejak manusia masih berada di dalam rahim seorang ibu, yang telah menjadikan manusia sebagai Mahluk Termulya di Bumi alam semesta raya ini.

Sehingga tugas dan tanggung jawab manusia itu adalah di kehidupan bumi ini, bukan di kehidupan akhirat kelak, karena tentunya Jika kita telah kembali kepada Allah SWT maka itu sudah menjadi Urusannya Allah SWT (Inna Lillahi Wainna Ilaihi Roji’un), jadi kita pun tidak berhak untuk mencampuri urusan Allah SWT, karena pada hari akhirat itu pun kita semua sama sekali sudah tidak berdaya apa-apa, alias kita tidak bisa memilih dan menentukan apa pun yang kita inginkan, karena pada saat itu kita semua tinggal menunggu Pengadilan dari Allah SWT.

Oleh karena itu, kehidupan dunia inilah sebagai barometer atau parameter kehidupan akhirat. Jika di kehidupan dunia ini kita benar-benar telah menjalankan amanat jiwa raga diri, amanat kekholifahan bumi dan amanat surga yang terhampar luas di bumi ini dengan sebaik-baiknya maka tentu kita semua pun benar-benar akan menjadi Ahli Surga di Akhirat kelak. Maka dari itu, marilah kita berlomba-lomba menjadi orang-orang yang ahli syukur yaitu orang-orang yang ahli mendayagunakan segala anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya, yaitu menjadikannya sebagai anugerah kehidupan surga di dunia, untuk mencapai Kehidupan Surga Yang Kekal Abadi Bersama NYA.